Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2016

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan proposal penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan judul “PEMANFAATAN MEDIA ICT DALAM METODE PEMBELAJARAN LISTENING COMPREHENSION BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS X AP.1 DI SMK NEGERI 3 KABUPATEN TANGERANG”.
Proposal penelitian tindakan kelas ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah TIK. Dalam penyusunan proposal penelitian tindakan kelas ini kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih dengan tulus dan sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu sehingga proposal ini selesai.
Kami menyadari bahwa penyusunan proposal penelitian tindakan kelas ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu kami harapkan.







Tangerang, 22 mei 2016



Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................ 1
Daftar Isi .......................................................................................................................... 2
Proposal Penelitian Tindakan Kelas .................................................................................. 3
1.      Judul .................................................................................................................... 3
2.      Pendahuluan ......................................................................................................... 3
a.       Latar Belakang ............................................................................................... 3
b.      Identifikasi Masalah ........................................................................................ 4
c.       Pembatasan Masalah ...................................................................................... 4
d.      Perumusan Masalah ....................................................................................... 4
e.       Tujuan Penelitian ............................................................................................ 5
f.        Manfaat Penelitian .......................................................................................... 5
3.      Kajian Teori ......................................................................................................... 5
a.       Keterampilan Mendengarkan (Listening) ......................................................... 5
b.      Metode Pembelajaran ICT ............................................................................. 6
c.       Peralatan Media ICT ...................................................................................... 7
d.      Kelebihan dan Kekurangan Media ICT dalam Pembelajaran ........................... 7
4.      Gambaran Umum ................................................................................................. 8
a.       Seting Penelitian ............................................................................................. 8
5.      Temuan-temuan ................................................................................................... 8
a.       Guru dan Siswa .............................................................................................. 8
b.      Tempat Pembelajaran ..................................................................................... 9
c.       Media Pembelajaran ICT ............................................................................... 9
d.      Aktifitas ....................................................................................................... 10
6.      Kesimpulan ........................................................................................................ 10
7.      Saran ................................................................................................................. 10
8.      Informasi Penulis ................................................................................................ 11
9.      Struktur Kelompok ............................................................................................ 13
10.  Foto-foto ........................................................................................................... 13


PROPOSAL PENILITIAN TINDAKAN KELAS

1.      Judul
PEMANFAATAN MEDIA ICT DALAM METODE PEMBELAJARAN LISTENING COMPERHENSION DALAM BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 3 TANGERANG

2.      Pendahuluan
a.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi setiap individu. Pendidikan dapat diraih dengan berbagai cara. Namun, tuntutan zaman mengharuskan individu untuk mendapatkannya sesuai dengan zaman yang terus berkembang, yang kita sebut juga sebagai pendidikan masa kini atau modern.
Pendidikan masa kini yang sedang dijalani oleh para siswa  memang semakin menarik untuk diamati. Terlebih lagi banyaknya alat-alat canggih yang mudah didapat siswa, namun apakah memang benar semua itu berpengaruh pada pembelajaran mereka? Benarkah semua itu dimanfaatkan scara maksimal?
Alat-alat canggih yang dipakai para siswa masa kini dapat juga disebut dengan ICT atau Information and Communication Technology. Menurut Puskur Diknas Indonesia, ICT adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. Pada masa dewasa ini, cukup banyak sekolah-sekolah yang sudah menggunakan ICT dalam pembelajaran berdasarkan tuntutan zaman.
Namun, apakah media ICT dapat bekerja dengan baik untuk pembelajaran siswa? Apakah media ICT berpengaruh pada keterampilan berbahasa siswa? Keterampilan berbahasa dan ICT tidak dapat dipisahkan mengingat keterampilan berbahasa dibagi menjadi 4, yaitu mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Kali ini, penulis akan melakukan observasi lebih lanjut untuk keterampilan mendengarkan.



b.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan apa yang telah diuraikan diatas, dapat kami temukan beberapa masalah yang akan dijelaskan pada laporan ini yang dilakukan di SMK Negeri 3 Tangerang untuk kelas X AP.1, yaitu:
1.      Media ICT
Fokus kepada pembelajaran bahasa Inggris yang mencangkup 4 keterampilan, yakni mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. Observasi ini menelaah lebih dalam hanya pada satu keterampilan, yaitu mendengarkan (listening).
2.      Siswa
Siswa menjadi objek, apakah media ICT dapat bekerja dengan baik pada keterampilan mendengar siswa atau tidaknya akan penulis laporkan pada laporan kali ini.
3.      Guru
Guru menjadi salah satu penyalur antara media ICT dan siswa, dimana guru menjadi media dalam mengoperasikan media ICT untuk pembelajaran mendengarkan siswa.

c.       Pembatasan Masalah
Dari uraian identifikasi masalah yang telah disebutkan, maka masalah yang akan di teliti agar tidak melebar kepada masalah lain dan mengingat keterbatasan waktu penelitian, sehingga perlu adanya PEMANFAATAN MEDIA ICT DALAM METODE PEMBELAJARAN LISTENING COMPREHENSION BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS X.AP 1 DI SMK NEGERI 3 TANGERANG.

d.      Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah tersebut di atas, sehingga dapat dirumuskan : Seberapa besar efektifitas Pemanfataan Media komputer, tape, speaker, dan proyektor (ICT) di Laboratorium komputer dalam membimbing siswa kelas X.AP 1 di SMK Negeri 3 Tangerang mengenai cara memahami prononcation dalam listening comprehension bahasa inggris.

e.      Tujuan Penelitian
Penelitian observasi kali ini memiliki 2 tujuan yang dicapai, yaitu :
1.      Tujuan Umum
Untuk memenuhi tugas mata kuliah TIK yang diberikan oleh dosen pengampu kami, Arry Patriasurya M.Kom., MOS.
2.      Tujuan Khusus
Untuk mengetahui efektifitas Pemanfaatan Media komputer, tape, speaker, dan proyektor (ICT) di Laboratorium Komputer dalam membimbing siswa kelas X.AP 1 SMK Negeri 3 Tangerang mengenai cara memahami prononcation dalam listening comprehension bahasa inggris.

f.        Manfaat Penelitian
Pada penelitian ini, terdapat beberapa manfaat yang, antara lain :
1.      Memiliki wawasan lebih mengenai penggunaan ICT dalam pembelajaran siswa.
2.      Mengetahui lebih lanjut mengenai pengaruh media ICT pada pembelajaran siswa.
3.      Mengetahui lebih lanjut mengenai media ICT yang digunakan di SMK Negeri 3 Tangerang pada pembelajaran siswa.
4.      Mengenai lebih lanjut mengenai masalah-masalah yang kerap kali ditemui pada penggunaan media ICT untuk pembelajaran siswa di SMK Negeri 3 Tangerang.

3.      Kajian Teori
a.      Keterampilan Mendengarkan (Listening)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Sutari,1997:16), mendengar mempunyai makna dapat menangkap bunyi dengan telinga. Sadar atau tidak, kalau ada bunyi maka alat pendengaran kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Kita mendengar suara itu, tanpa unsur kesengajaan. Proses mendengar terjadi tanpa perencanaan tetapi datang secara kebetulan. Bunyi-bunyi yang hadir di telinga itu mungkin menarik perhatian, mungkin juga tidak.
Mendengarkan atau menyimak merupakan proses menangkap pesan atau gagasan yang disajikan melalui ujaran. Mendengarkan adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, disamping membaca, berbicara, dan menulis. Komunikasi tidak akan dapat berlangsung dengan lancar tanpa keterampilan Mendengarkan.
Keterampilan Mendengarkan merupakan dasar keterampilan berbicara yang baik. Apabila kemampuan seseorang dalam mendengarkan kurang, dapat dipastikan dia tidak dapat mengungkapkan topik yang didengar dengan baik. Dalam proses mendengar, seseorang tidak memusatkan perhatian pada setiap kata yang didengarnya melainkan inti pesan yang terdengar. Misalnyasewaktu kita menyimak acara di radio, kita hanya menangkap beberapa hal dan tidak dapat menangkap beberapa hal yang lain. Tidak tertangkapkan beberapa hal itu disebabkan oleh kurang perhatian, kurang tertarik pada topik, atau kurang efisien dalam menyimak. Menyimak sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperluas wawasan, pengetahuan maupun hanya untuk kesenangan.

b.      Metode Pembelajaran ICT
Fenomena pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran di sekolah semakin bergaung. Bahkan dalam kurikulum 2013 yang akan segera berlangsung, ICT memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Pada kurikulum 2013 dijelaskan bahwa pembelajaran menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa dan di mana saja adalah kelas. Oleh karena itu, pemanfaatan ICT diperlukan dalam rangkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Artinya, tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun yang akan datang, materi, tugas dan ditransfer melalui ICT. Perkembangan ICT di dunia sangat cepat, dari waktu ke waktu.
Perkembangan ICT tersebut tentunya menjadi potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, maka hal ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan pendidikan yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Tentunya hal tersebut akan menjadi tantangan besar bagi guru karena dituntut untuk mengerti, memahami, mengoperasikan, dan mengeksplor ICT dengan baik sehingga dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. Di samping itu, guru harus berpikir lebih kreatif, inovatif, dan berwawasan luas sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

c.       Peralatan Media ICT
Media ICT yang digunakan di SMK Negeri 3 Tangerang pada pembelajaran bahasa Inggris siswa, yakni :
1.      4 Lab Komputer
2.      Internet (Wifi full untuk satu sekolah)
3.      Papan Tulis Elektronik
4.      Komputer satu set lengkap bagi setiap siswa dan guru
5.      Proyektor
6.      Speaker ukuran besar
7.      Video
8.      Audio
9.      Dan masih banyak lagi.

d.      Kelebihan dan Kekurangan Media ICT dalam Pembelajaran
Kelebihan dari pembelajaran berbasis ICT :
1.      Melaui ICT, gambar-gambar dapat lebih mudah digunakan dalam proses mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para murid.
2.      Melalui ICT, para pengajar dapat dengan mudah menjelaskan instruksi-instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para murid.
3.      Melalui ICT, para pengajar dapat membuat kelas interaktif dan membuat proses belajarmengajar lebih menyenangkan, yang dapat memperbaiki tingkat kehadiran dan juga konsentrasi dari para peserta didik.
Kekurangan dari pembelajaran berbasis ICT :
1.      Permasalahan dalam pengaturan dan pengoprasian dari alat tersebut.
2.      Terlalu mahal untuk dimiliki.
3.      Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim dalam penggunaan alat ICT.
4.      Sering terjadi penyalahgunaan teknologi.

4.      Gambaran Umum
a.      Seting Penelitian
1.      Karakteristik Sekolah :
Nama Sekolah : SMK Negeri 3  Tangerang
Alamat Sekolah : Jalan Moch Yamin , Babakan, Kota Tangerang 15118 – Banten.
Kelas : X Akomodasi Perhotelan 1
Lingkungan Fisik : Lokasi sekolah dekat dengan jalan raya
Lingkungan Sosial : Menengah ke bawah
2.      Karakteristik Siswa :
Komposisi siswa : 3 siswa (  siswa perempuan dan  siswa laki-laki)
Kemampuan akademis : Heterogen
Motivasi belajar : Tinggi
Pengetahuan tentang ICT : Rata-rata
3.      Karakteristik Guru Bahasa Inggris :
Nama guru : Dedih S.Pd
Tempat tanggal lahir : Tangerang, 5 Desember 1977
Pendidikan : S1
Agama : Islam
Pengalaman Mengajar : 2002-sekarang (kurang lebih sudah 14 tahun)
b.      Subyek Penelitian
Jumlah Guru : 1 guru (guru laki-laki)
Jumlah Siswa : 3 siswa
Jenis Kelamin :   siswa perempuan dan   siswa laki-laki
Kondisi Siswa : Menengah ke bawah

   5.   Temuan-temuan
         a. Guru dan Siswa
Dari pengamatan dan wawancara yang penulis lakukan dalam dua tahap, terdapat beberapa kesenjangan yang didapatkan, seperti siswa belum memahami sepenuhnya mengenai media ICT dalam pembelajaran beserta fungsinya, siswa kerap kali tidak memperhatikan guru saat proses belajar berlangsung di lab komputer, dan sebagian siswa yang duduk dibelakang tidak mengindahkan video ataupun audio yang ditayangkan oleh guru.
Menurut Provus (dalam Fernandes, 1984) kesenjangan didalam pembelajaran adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara baku (standard) yang sudah ditentukan dalam program dengan kinerja (performance) sesungguhnya dari program tersebut, adapun kesenjangan didalam pendidikan itu sendiri menurut Provus meliputi beberapa aspek, yakni :
1.      Kesenjangan antara rencana dengan pelaksanaan program.
2.      Kesenjangan antara yang diduga atau diramalkan akan diperoleh dengan yang benar-benar direalisasikan.
3.      Kesenjangan metode pembelajaran yang sudah ditentukan didalam KBM dengan pelaksanaannya.
4.      Kesenjangan dalam system yang tidak konsisten.

b.  Tempat Pembelajaran
Penulis menemukan bahwa tempat pembelajaran yang dipakai oleh guru dan siswa dalam rangka menggunakan media ICT bukanlah lab bahasa seperti yang dibutuhkan pada umumnya, melainkan lab komputer. Guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris setempat mengemukakan bahwa terdapat alasan mengapa beliau lebih memeilih lab komputer ketimbang lab bahasa, seperti terdapat beberapa earphone yang rusak yang menganggu proses belajar siswa. Penulis juga menemukan bahwa SMK Negeri 3 Tangerang memiliki 4 lab komputer, namun yang digunakan untuk aktifitas belajar hanya 1 lab, yakni Lab Komputer 1. Selebihnya, lab-lab tersebut digunakan secara efektif saat ujian.

c.       Media Pembelajaran ICT
Dari pengamatan dan wawancara yang kami gunakan, guru pengampu menggunakan 4 lab komputer, internet (wifi full untuk satu sekolah), papan tulis elektronik, komputer satu set lengkap bagi setiap siswa dan guru, proyektor, speaker ukuran besar, video, audio, dan masih banyak lagi.
Menurut Dr. Wina Sanjaya, M.Pd (2008:242) pembelajaran menggunakan metode Audio Visual didalam mata pelajaran Listening dapat meningkatkan ke-efektifitasan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

d.      Aktifitas
Kurikulum 2013 yang digunakan oleh SMK Negeri 3 Tangerang menjadi salah satu alasan mengapa media ICT sangat penting bagi kelangsungan belajar siswa. Aktifitas belajar siswa untuk mengasah keterampilan mendengarkan siswa di mata pelajaran bahasa Inggris berjalan cukup efektif mengingat siswa yang kami amati yakni siswa jurusan perhotelan yang menuntut siswa untuk berbahasa asing dengan baik. Papan tulis elektrik atau LCD proyektor menjadi fokus siswa dalam kegiatan belajarnya.

6.  Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang penulis lakukan, penulis menyimpulkan bahwa media ICT di SMK Negeri 3 Tangerang sudah cukup baik untuk proses belajar berbahasa siswa, khususnya bahasa Inggris dalam keterampilan mendengarkan. Namun, terdapat beberapa evaluasi yang hendaknya dilakukan seperti kurangnya minat para siswa yang duduk di paling belakang lab komputer saat proses belajar berlangsung, dan kurangnya penggunaan lab bahasa.

7.  Saran

Saran yang membangun bagi seluruh pihak yang terkait tak lupa penulis haturkan demi kebaikan bersama. Melalui ICT, proses belajar siswa untuk keterampilan mendengar sangat berpengaruh kepada hasil yang maksimal. Media yang menarik akan membuat siswa tertarik dalam belajar, dan membuat hasil belajar menjadi lebih optimal. Melalui ICT, dengan mudah gambaran dapat digunakan untuk pengajaran dan meningkatkan memori belajar. Melalui ICT, dengan mudah pengajar dapat menjelaskan arahan kompleks untuk pemahaman pelajar. Dan Melalui ICT, pengajar dapat membuat sesi interaktif, membuat pelajaran menjadi lebih menarik, yang dapat meningkatkan minat pelajar, serta konsentrasi pelajar.

Kamis, 19 Maret 2015

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PRINSIP-PRINSIP PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Kata media berasal dari bahasa latin dan bentuk jamak dari kata medium yang secara arti perantara atau pengantar. Assosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) memiliki pengertian media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya (Rohmat,2010)[1]. Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar (Mustikasari, 2011)[2].
Pembelajaran merupakan sebuah proses perubahan perilaku sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sehingga terjadinya pengalaman belajar dan hasil belajar menjadi lebih bermakna (meaningfull learning). Keberhasilan pembelajaran ditandai dengan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif pada diri individu, sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya dengan penggunaan media yang berfungsi sebagai perantara pesan-pesan pembelajaran kepada peserata didik (Rohmat, 2010)[3]
Kata pembelajaran (instruction) sering kali diterjemahkan ke dalam pengajaran. Padanan kata ini sebenarnya kurang tepat mencerminkan arti yang terkandung di dalamnya, instruction lebih luas dari pengajaran, karena mencakup semua events yang mempunyai pengaruh langsung kepada proses belajar manusia, yang meliputi kejadian-kejadian yang diturunkan oleh bahan cetakan, sebuah gambar, program tv, film, slide, media atau kombinasinya. Sedangkan pengajaran seringkali dikaitkan dengan proses belajar mengajar di kelas, Seperti kelas formal ( sekolah, perguruan tinggi, atau pesantren) (Banaran, 2009)[4]
Mustikasari (2011)[5], dalam tulisannya “mengenal media pembelajaran” mengatakan bahwa Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika anak didik secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.
Metode pembelajaran adalah suatu sarana atau cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran (Sudrajat,2009)[6]. Sedangkan menurut (Mustikasari, 2011)[7] Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian peran tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan terhadap efektifitas penggunaan media dalam pembelajaran. Peranan tersebut tercermin dari kemampuannya dalam memilih media yang digunakan. Karena hal tersebut dapat menentukan kemajuan suatu pembelajaran terhadap peserta didik.
Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.  Media pembelajaran merupakan alat bantu yang tidak dapat ditolak dan dipungkiri keberadaannya.karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan penyampaian pesan-pesan kepada siswa. Guru sadar bahwa tanpa bentuan media, maka materi yang sukar untuk diterima dan dipahami siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek .
1.2  Permasalahan
Inovasi dalam dunia pendidikan menuntut kreatifitas dari tenaga kependidikan, saat ini media perkembangan mengalami perkembangan yang sangat pesat, dalam menggunakan media pembelajaran dan efektifitasnya terhadap peserta didik hendaknya didahulukan aspek-aspek yang terkait secara langsung maupun tidak langsung.
Dewasa ini, siswa diharuskan memiliki daya juang dan saing yang kuat dalam dunia pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman pada saat ini. Sehingga peserta didik diharuskan menguasai ilmu pengetahuan baik yang sifatnya formal ataupun non formal.
Dari hal tersebut guru dituntut untuk membuat siswa mampu cepat belajar, mudah untuk memahami, nyaman, serta bersemangat. Sehingga pada saat ini seharusnya guru mampu menggunakan kelebihan berbagai media yang ada untuk membantu proses pembelajaran. Namun, Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Seharusnya guru dapat menggunakan media yang mampu membuat siswa memahami dengan efektis dan efisien untuk menccapai tujuan.








BAB 2
PEMBAHASAN
2. 1 PRINSIP – PRINSIP MEDIA PEMBELAJARAN          
Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip , yaitu :
a.      Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua tujuan . Artinya , suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu . tetapi mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang lain .
b.     Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran . Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja , tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran . penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen lain dalam perancangan pembelajaran . tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung tetapi tanpa media itu kurang maksimal.
c.      Media apapun yang hendak di gunakan. Sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik . kemudahan belajar peserta didik haruslah di jadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
d.     Penggunaan berbagai nedia dalam suatu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan / pengisi waktu atau hiburan . Melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
e.      Pemilihan media hendaknya objektif , yaitu di dasarkan pada tujuan pembelajaran , tidak di dasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.
f.       Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan peserta didik . penggunaan multi media tidak berrati menggunakan media yang banyak sekaligus , tetapi media tertentu di pilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula .
g.      Kebaikan dan kekurangan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja ,. Media konkrit wujudnya mungkin sukar untuk di pahami karena rumitnya . tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
h.      Penggunaan media pengajaran hendaknya di pandang sebagai bagian yang integral dari suatu system pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang di gunakan bila di anggap perlu dan hanya di manfaatkan sewaktu – waktu di butuhkan.
i.       Media pengajaran hendaknya di pandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
j.       Guru hendaknya benar – benar menguasai teknik – teknik dari suatu media pengajaran yang di gunakan .
k.      Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan sutu pengajaran
l.       Penggunaan media pengajaran harus di organisir secara sistematis bukan sembarang menggunakannya .
m.    Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam media , maka guru dapat memanfaatkan multy media yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.

2. 2 Beberapa Syarat Umum Yang Harus Dipenuhi Dalam Pemanfaatan Media Pengajaran Dalam PBM ( Proses Belajar Mengajar ), yakni :
1.     Media pengajaran yang di gunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.
2.     Media pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau di dengar.
3.     Media pengajaran yang di gunakan dapat merespon siswa belajar.
4.     Media pengajaran juga harus sesuai dengan kondisi individu siswa.
5.     Media pengajaran tersebut meruapakan perantara ( medium ) dalam proses pembelajaran siswa.
Penggunaan media pengajaran seharusnya mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:
1.     Guru harus berusaha dapat memperagakan atau merupakan model dari suatu pesan ( isi pelajaran ).
2.     Jika objek yang akan di peragakan tidak mungkin di bawa kedalam kelas , maka kelaslah yang di ajak ke lokasi objek tersebut.
3.     Jika kelas tidak memungkinkan di bawa ke lokasi tersebut , usahakan model atau tiruannya .
4.     Bilamana model atau market juga tidak di dapat . usahakan gambar atau foto – foto dari objek yang berkenan dengan materi ( pesan ) pelajaran tersebut.
5.     Jika gambar atau foto tidak di dapatkan , maka guru harus membuat sendiri media sederhana yang dapat menarik perhatian belajar tersebut.
6.     Bilamana media sederhana tidak dapat di buat oleh guru, gunakan papan tulis untuk mengilustrasikan objek atau pesan tersembut melalui gambar sederhana dengan garis lingkaran .
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011)[8]
Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar dalam kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di ruang kelas. Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan menggangu kelancaran proses belajar-mengajar dan mengurangi waktu belajar.
              Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran dengan harapan dapat mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran (Rohmat, 2010), yaitu:
1.      Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran.
Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMU, atau SLB.
2.      Karakteristik media pembelajaran.
Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
3.      Alternatif pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan
 atau dikompetisikan. Dengan demikian guru dapat menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan.
              Dalam Education Technology for Teacher (2010)[9], Alen berpendapat bahwa pendekatan yang dapat digunakan untuk pemilihan media adalah dengan menggunakan pendekatan matrik, yaitu pendekatan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih media yang sesuai dengan jenis tujuan pembelajaran tertentu. Matrik menggambarkan tinggi rendahnya kemampuan setiap jenis media bagi pencapaian berbagai tujuan dengan kemampuan setiap jenis madia  dalam mempengaruhi berbagai jenis belajar. hal ini dapat diwujudkan dengan mendahulukan mana yang harus dipelajari/dikuasai siswa, apakah informasi faktual, konsep, keterampilan, dan seterusnya.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu: Suatu media hanya sesuai untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak sesuai untuk pembelajaran yang lain. Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media harus sesuai dengan komponen lain dalam perencanaan pembelajaran. Tanpa alat bantu mengajar dapat pembelajaran tetap dapat bertahan, tetapi tanpa media itu tidak akan terjadi (Admin, 2011)[10].
Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaan Media pembelajaran yang antara lain:
1.     Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagaialat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan biladianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu dibutuhkan (Usman, 2011)[11]
2.     Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yangdigunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
3.     Guru seharusnya memperhitungkan untung-ruginya pemanfaatan suatu media pembelajaran.
4.     Penggunaan media pembelajaran harus diorganisir secara sistematisbukan sembarang menggunakannya.
5.     Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macammedia, maka guru dapat memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.

Prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan dalam pembelajaran











BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Sedangkan pembelajaran adalah usaha guru untuk menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dan pada akhirnya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar.
Manfaat media pembelajaran  adalah untuk penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar serta mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.



[1] Rahmat, 2010, “terapan teori media instruksional dalam pengajaran agama islam “, hlm 80 .logung pustaka :yogyakarta
2Ardiani mustika sari ,2011 “ Mengenal media pembelajaran “hlm 1.

3. ibid , halm 80
4.warga , pasal 3-4 UUD’45
5. Ardina mustikasri , 2011 . “ mengenal media pembelajaran , hlm 1




6.Akhmad sudrajat 2009 “ Pengertian Pendekatan , strategi , metode , teknik, taktik, dan model pembelajaran
7ibid, mustika hlm 1

8Deni Arisandi, 2011.”prinsip-prinsip penggunaan media”.
9Education Technology for Teacher, 2010.”prinsip-prinsip dan pemilihan media pembelajaran”.http://sumber dan media pembelajaran.blogspot.com
10. Admin, 2011.” Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pembelajaran”.http://blog.tp.ac.id/
11Basyiruddin Usman, 2011.” prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran”. http://id.shvoong.com